CSO Bulukumba Berkumpul Bahas Kasus Angka Kematian Ibu

2 0 116
Gambar untuk CSO Bulukumba Berkumpul Bahas Kasus Angka Kematian Ibu
Bulukumba, 11 Agustus 2020. Forum Peduli Kesehatan Ibu dan Anak (FORMAP-KIA) Bulukumba adakan pertemuan terbatas.

Pertemuan ini dihadiri oleh Ketua Formap-KIA dan beberapa anggota yang berasal dari berbagai Organisasi Masyarakat Sipil yang ada di Kabupaten Bulukumba yang aktif melakukan advokasi terhadap pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak.

Formap-KIA yang diketuai oleh Muhajir menyampaikan bahwa berdasarkan data Dinkes Bulukumba kasus kematian Ibu per bulan Agustus 2020 berjumlah 2 sedangkan untuk Angka Kematian Bayi berjumlah 28 namun beberapa laporan yang masuk dari masyarakat bahwa setidaknya ada 2 kasus AKI lainnya yang ditemukan oleh teman forum dan media yang tidak tercatat di Dinkes.
Selain itu 2 kasus kasus AKI dari data DINKES BULUKUMBA semua terjadi di RSUD Bulukumba. Tentu ini menjadi catatan buruk terhadap Layanan Kesehatan terlebih RSUD Bulukumba dengan status tipe B harus menunjukkan Pelayanan yang Prima sebagai Rumah sakit Rujukan dari rumah sakit setingkat dibawahnya.
Getolnya perjuangan Legislatif untuk memperjuangkan status tipe B pada tahun 2019 lalu seharusnya sejalan dengan pelayanan Kesehatan Terutama pelayanan KIA tambah Muhajir.

Jika kasus AKI terus terjadi di RSUD dan pihak Dinkes tidak melakukan evaluasi maka bisa dipastikan pasien akan lebih memilih untuk bersalin di klinik maupun RSUD swasta yang ada di Bulukumba, sementara pada kenyataannya menurut Irfan salah satu anggota FORMAP-KIA menyampaikan bahwa "Pada umumnya nakes yang bertugas di RSUD Bulukumba sama dengan nakes yang bertugas di Rumah Sakit Swasta dan Klinik yang ada di Kabupaten Bulukumba. Sehingga ini harus di Evaluasi oleh Pihak Legislatif dan eksekutif agar bagaimana pemerintah mampu memberikan Pelayanan KIA yang prima kepada masyarakat Bulukumba ditengah krisis kepercayaan masyarakat terhadap Kualitas Layanan Kesehatan terbukti banyak masyarakat Bulukumba yang lebih memilih menggunakan layanan Kesehatan di luar Bulukumba contohnya di Rumah Sakit Kabupaten Bantaeng yang notabene berstatus tipe C", tutup Irfan.

"Tahun 2015-2016 kita sukses melakukan advokasi KIA sehingga kasus AKI turun dan bahkan menjadi percontohan bagi daerah lain sehingga tidak ada jalan lain untuk terus mengawal hasil advokasi kita terutama penegakan regulasi KIA", kata Haerul Anwar.

Untuk itu dalam waktu dekat FORMAP-KIA akan melakukan Hearing dengan DPRD dan OPD terkait untuk menemukan solusi dan dalam rangka penegakan Perda No. 7 Tahun 2016 tentang Penyelenggaraan Keluarga Sehat dan Perbup No. 73 tahun 2015 tentang Penyelamatan Ibu Melahirkan dan Bayi Baru Lahir.

Arifah Ulviah yang mewakili Nasyiatul Aisyiyah Bulukumba mengatakan dengan data ini maka kita perlu memikirkan solusi dengan terus melakukan advokasi kasus sebagai Upaya untuk menurunkan AKI dan perbaikan Layanan KIA di Bulukumba dan kami dari Nasyiatul Aisyisyah Siap Kawal setiap kasus KIA.

  Komentar

Tulis komentarmu...

Jadilah yang pertama memberi komentar!
Fitur baru Rekomendasi video

Other Posts

Terkait

Terbaru


Terpopuler


Komentar Terbanyak

  1. 3
    Komentar
  2. 2
    Komentar
  3. 2
    Komentar
  4. 2
    Komentar