Cross Learning IV: Sharing Penyusunan Laporan Program & Keuangan bagi CSO Mitra Utama Program Madani

0 0 236
Gambar untuk Cross Learning IV: Sharing Penyusunan Laporan Program & Keuangan bagi CSO Mitra Utama Program Madani
Secara umum, laporan di definisikan sebagai bentuk penyampaian berita, keterangan atau pertanggungjawaban secara lisan maupun tulisan dari bawahan ke atasan sesuai hubungan atas wewenang dan tanggung jawab yang berlaku. Lalu “apa pentingnya laporan program pada sebuah organisasi ?” lebih lanjut lembaga pengkajian kemasyarakatan dan pembangunan (LPKP) Jawa Timur bersama Lead Partner Madani se-Jawa Timur, melakukan diskusi dan belajar bersama terkait penyusunan laporan program dan keuangan selama dua hari 8-9 Oktober di Malang.
Moch. Solekhan (LPKP) selalu pemateri memberikan pemaparan terkait maksud dari laporan itu sendiri, “berdasarkan maksud dari pembuatan laporan dapat dibedakan menjadi 3 yaitu 1) laporan informatif dimana sifatnya hanya menginformasikan atau menggambarkan keadaan dilapangan, tidak ada unsur analisis di dalamnya contoh dari laporan informatif antara lain laporan workshop atau pelatihan. 2) laporan kelayakan dimana pelapor melakukan analisis suatu situasi secara mendalam contohnya adalah pelaporan studi kelayakan pembangunan wilayah dll. 3) laporan pertanggung jawaban yang bermaksud untuk memberikan gambaran tentang pekerjaan yang sedang dilaksanakan (progress report) yang bersifat evaluatif contohnya adalah laporan hasil pelaksanaan program”.
Selain hal tersebut juga dipaparkan terkait tantangan dan hambatan dalam menyusun laporan program antara lain: budaya menulis dan membaca yang masih rendah sehingga referensi terbatas, laporan lapangan sering terlambat, data dan fakta kurang lengkap, komunikasi yang kurang lancar, keterbatasan sumberdaya manusia dalam melakukan analisis dan pelaporan, pekerjaan yang menumpuk karen aimplikasi dari keterlambatan laporan lapang.
Dinamika diskusi berjalan dengan baik, terdapat beberapa respon dari peserta yang menanyakan terkait Tips untuk membuat laporan saat sumberdaya manusia terbatas. Moch. Solekhan (LPKP) memberikan tanggapan bahwa “yang terpenting susun laporan informatif yang di sertai dengan data dan fakta, gunakan bahasa lugas dan jelas, konsisten dengan sistematika 5W 1H, pegang komitmen terkait progress dan bangun kepercayaan (karna kita kerja kepercayaan bukan kerja rodi).”pungkasnya.
Komitmen dan kepercayaan menjadi jembatan antar team untuk saling dukung mendukung dalam menyelesaikan target-target kerja, disertai dengan perekatnya yang bernama komunikasi. Dengan demikian keterbatasan sumberdaya manusia dalam sebuah organisasi bukan menjadi tantangan utama selama anggota antar team mampu memetakan potensi dan kemampuan dalam merumuskan program-program kerja.

  Komentar

Tulis komentarmu...

Jadilah yang pertama memberi komentar!
Fitur baru Rekomendasi video

Other Posts

Terkait

Terbaru


Terpopuler

  1. Bukit Seguntang Adalah Ulu Melayu

  2. Games Sore bersama Mahasiswa Bhayangkara


Komentar Terbanyak

  1. 7
    Komentar
  2. 4
    Komentar
  3. 4
    Komentar
  4. 4
    Komentar

    Kelurahan Brontokusuman Ramah Anak