Berbagi Ditengah Keterbatasan

2 0 85
Gambar untuk Berbagi Ditengah Keterbatasan
Mungkin kita sering dengar orang mengatakan kalau segala sesuatu yang terjadi pasti ada Hikmahnya, atau dibalik suatu musibah ada pembelajaran di baliknya dan lain-lain. Termasuk COVId 19 ini. Di awal terjadinya pandemi ini semua orang merasakan ketakutan dan kehawatiran. Selain dilanda ketakutan dan kehawatiran, pandemi ini juga membawa kerugian besar bagi semua orang, misalnya pengusaha misalnya terpaksa “merumahkan” karyawan mereka karena pendapatan yang menurun drastis, anak sekolah harus belajar dari rumah, buruh harus kehilangan penghasilannya dan lain-lain. maka ketika kondisi ini terjadi maka yang paling merasakan dampaknya adalah perempuan. Kenapa perempuan? Karena perempuan adalah orang yang langsung bertanggungjawab atas “dapur” dikeluarganya. Sementara kebanyakan para suami tidak begitu ambil pusing, karena merasa sudah cukup berusaha.

Tetapi disadari atau tidak pandemi yang membawa kerugian sangat besar ini memberi sebuah perubahan prilaku yang sangat positif. Apa itu? Sebuah perubahan dimana rasa kepedulian yang selama ini hampir padam kembali tumbuh subur diantara sesama warga. Warga mulai melihat kiri kanan untuk memastikan apakah tetangga sebelah rumah punya makanan atau tidak,kelaparan atau tidak, dan lain-lain. Contoh kepedulian warga yang paling dekat adalah ketika pemerintah mewajibkan pakai masker, Mayang dan Sunita misalnya, warga desa Denai Kuala, Kecamatan Pantai Labu dari komunitas Serikat Perempuan Independen (SPI) Deli Serdang dengan sukarela menjahit masker tanpa dibayar, kemudian masker tersebut dibagikan geratis ke orang yang membutuhkan. Lain lagi dengan cerita ibu Yus, warga desa Binjai Bakung. Ibu Yus merasa beruntung karena mendapat Bantuan Langsung Tunai dari desa sebesar Rp 600.000,- , uang tersebut tidak serta merta digunakan untuk dirinya sendiri, dengan ikhlas ibu Yus berbagi rejeki ketangga disekitar rumahnya yang tidak mendapat dana BLT. Tugiana salah seorang warga desa dusun Sukaraja kecamatan Pegajahan- Serdang Bedagai mendapat bantuan dari Kementrian Sosial RI sebesar Rp 600.000,-. Begitu dana tersebut diterima dengan senang hati Tugiana berbagi dengan warga sekitarnya. Lain halnya dengan Jayus, petani sayuran dari desa Sidodadi Kecamatan Beringin- Deli Serdang, setiap hari membagi-bagikan sayuran dari kebunnya untuk warga sekitaran rumah, Jayus berharap dengan sayuran tersebut bisa sedikit meringankan beban mereka, setidaknya mereka tidak perlu membeli sayuran di warung atau dipasar, sehingga menghemat keuangan keluarga. Semoga saja kepedulian yang tumbuh karena COVID ini akan terus bertahan bahkan ketika COVID sudah hilang.
Jadi apapun yang terjadi sepatutnya harus kita syukuri. Corona misalnya selain membawa kerugian yang luar besar tetapi dibalik itu semua ada hikmah besar yang diberikan Tuhan kepada kita yang patut kita syukuri.
#Wargalawancovid19
#MadaniCovid19

  Komentar

Tulis komentarmu...

Jadilah yang pertama memberi komentar!
Fitur baru Rekomendasi video

Other Posts

Terkait

Terbaru


Terpopuler

  1. Daftar CASN Pake Calo

  2. Workshop Disabilitas Jember


Komentar Terbanyak

  1. 8
    Komentar
  2. 5
    Komentar

    Workshop Disabilitas Jember

  3. 3
    Komentar
  4. 3
    Komentar