BAPPEDA Apresiasi Survey Persepsi Warga terhadap Layanan KIBBL di Puskesmas Kabupaten Bulukumba

5 0 72
Gambar untuk BAPPEDA Apresiasi Survey Persepsi Warga terhadap Layanan KIBBL di Puskesmas Kabupaten Bulukumba
Kamis (29/4/2021), Nasyiatul Aisyiyah Bulukumba sebagai mitra utama program Madani yang didukung oleh USAID mengadakan Desiminasi hasil Survey persepsi Warga terhadap Layanan Kesehatan Ibu dan Bayi Baru Lahir yang bertempat di Aula Dinas Kesehatan Kabupaten Bulukumba. Selain Dinas Kesehatan, kegiatan ini juga dihadiri oleh Kepala Bagian Sosial Budaya dan Pemerintahan serta Kasubid Kesehatan, Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Bappeda Kabupaten Bulukumba. Bapak H. Andi Agus Ishaq mewakili BAPPEDA dalam sesi diskusi menyampaikan apresiasi yang sangat besar terhadap kegiatan survey yang dilakukan Nasyiatul Aisyiyah tersebut sebab menurut pandangan beliau survey ini sangat strategis dan menjadi bahan masukan bagi OPD terkait dalam hal ini Dinas Kesehatan serta tentu bagi Bappeda dalam menyusun program serta bahan masukan untuk RPJMD tahun 2020-2026. "Kami mewakili pemerintah merasa beruntung dengan Survey yang dilakukan oleh teman-teman dari Nasyiatul Aisyiyah karena Survey ini menjadi upaya ilmiah dalam melakukan Monitoring dan Evaluasi terhadap layanan KIBBL di tingkat Puskesmas Kabupaten Bulukumba. Hasil survey ini tentunya menjadi masukan untuk melakukan inovasi dan perbaikan terhadap layanan kesehatan Ibu dan bayi baru lahir".
Beliau mengajak kepada para peserta untuk merespon baik rekomendasi hasil survey sebagai penyebab untuk melakukan inovasi baru dalam Layanan KIBBL agar tidak terpaku pada rutinitas kerja yang monoton.
Senada dengan beliau, Kasi KIA Dinas Kesehatan Kabupaten Bulukumba juga menyampaikan apresiasi yang serupa. Ibu Hj. Megawati menyampaikan bahwa Dinas Kesehatan sangat terbantu dengan hasil survey Persepsi masyarakat terhadap Layanan KIBBL. Oleh karena itu pada kesempatan yang sama beliau menyarankan agar Survey dapat dilakukan pula terhadap Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Bulukumba karena selama Pandemi ini tentu banyak persoalan baru yang muncul termasuk sistem rujukan, perubahan jadwal dan masih ada beberapa persoalan krusial lainnnya yang tentu berdampak terhadap SPM Kesahatan.
Sekedar diketahui, Kegiatan ini juga menghadirkan 5 Kepala Puskesmas yang menjadi sample penelitian serta tim Survey.
Di akhir sesi diskusi, Musaddaq sebagai Field koordinator program MADANI menyambut baik seluruh tanggapan dari peserta dan menyampaikan bahwa seluruh tanggapan dan masukan menjadi bahan perbaikan dan penyempurnaan laporan pada diseminasi hasil survey ini yang selanjutnya akan di serahkan kembali kepada OPD terkait dalam hal ini Dinas Kesehatan dan Bappeda Kabupaten Bulukumba. Tutupnya.

  Komentar

Tulis komentarmu...

Jadilah yang pertama memberi komentar!
Fitur baru Rekomendasi video

Other Posts

Terkait

Terbaru


Terpopuler


Komentar Terbanyak

  1. 3
    Komentar
  2. 2
    Komentar
  3. 2
    Komentar
  4. 2
    Komentar