Atasi Hama Tikus, Pertanian Klaten Kembangkan Tyto Javanica

1 0 90
Gambar untuk Atasi Hama Tikus, Pertanian Klaten Kembangkan Tyto Javanica
Pemerintah Kabupaten Klaten bekerjasama dengan lPT. Tirta Investama dan Institut Pertanian Stiper (Instiper) Yogyakarta, mengembangkan habitat asli burung hantu (Tyto Javanica) guna atasi hama tikus. Lokasi pengembangan nya dilakukan di sepanjang daerah aliran sungai atau DAS Sungai Pusur, Kecamatan Polanharjo, Klaten.

Upaya Perlindungan Habitat alami burung hantu untuk mendukung produktifitas pertanian di kawasan Sungai Pusur diwujudkan dalam penanda tanganan komitmen bersama antara Pemkab Klaten melalui Wakil Bupati Klaten Yoga Hardaya, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Klaten, Dinas Lingkungan Hidup, Camat Tulung, Camat Polanharjo, Camat Juwiring dan Kepala Desa terkait Selasa(19/10/2021) di Ruang C2 Setda Klaten.

Prasanto Bimantyo, peneliti Instiper Yogyakarta menyampaikan sudah melakukan penelitian selama satu hingga dua bulan terakhir di tiga kecamatan meliputi Polanharjo, Tulung, dan Juwiring yang terdiri dari 12 desa yang terbagi menjadi enam bioplot.

“DAS Sungai Pusur hingga saat ini ada habitat burung hantu. Mahasiswa kami pun sudah melakukan penelitian bahwa di setiap bioplot itu ada paling tidak 10 pohon yang memang berpotensi untuk menjadi habitat burung hantu” ungkapnya.

Ia juga menjelaskan jika dilihat dari peta satelit memang hanya di area DAS Pusur itu yang masih rimbun. Sisanya itu adalah pemukiman dan juga sawah. Maka daerah sepanjang sungai Pusur yang harus dijaga sebagai habitat alami.

” Pohon biasanya untuk rumah Tyto Javanica adalah trembesi, dan beringin. Tidak hanya untuk burung hantunya saja’ tapi juga menjaga sungainya dari erosi. Dalam semalam Tyto Javanica dewasa mampu memangsa lima ekor tikus dan membunuh sembilan ekor tikus per malamnya” tambah nya.

Wakil Bupati Klaten Yoga Hardaya mewakili pemerintah menyampaikan apresiasi yang luar biasa, kepada Instiper Yogyakarta yang telah melakukan penelitian.

“Habitat burung hantu bisa dikembangkan untuk seluruh lahan pertanian di Kabupaten Klaten. Karena para petani, menurut petugas, sampai saat ini belum bisa mengendalikan hama tikus. Tolong dibantu untuk habitat burung hantu bisa berkembang tidak hanya di tiga kecamatan tapi diseluruh kabupaten klaten. Sembari mengembangkan beras varietas Rojolele Srinuk hak paten dari Kabupaten Klaten” pungkasnya.

Sumber: Humas Pemkab Klaten

  Komentar

Tulis komentarmu...

Jadilah yang pertama memberi komentar!
Fitur baru Rekomendasi video

Other Posts

Terkait

Terbaru


Terpopuler

  1. Bukit Seguntang Adalah Ulu Melayu

  2. Games Sore bersama Mahasiswa Bhayangkara

  3. Hari pertama pelaksanaan ANBK di SDIT BINA INSAN CITA


Komentar Terbanyak

  1. 7
    Komentar
  2. 5
    Komentar
  3. 4
    Komentar
  4. 4
    Komentar

    Kehumasan ? Bukan Sekedar Antar Surat