AMM Palopo Sambut Baik Pengelolaan Sampah Rumah Tangga Metode "TongKAT dan Budidaya BSF"

1 0 472
Gambar untuk AMM Palopo Sambut Baik Pengelolaan Sampah Rumah Tangga Metode "TongKAT dan Budidaya BSF"
PALOPO – Sosialisasi pengelolaan sampah rumah tangga dengan Metode Tong Kotak Ajaib Terpadu (TongKAT) dan budidaya larva BSF (Black Soldier Fly) kembali dilakukan Yayasan Bumi Sawerigading (YBS), Forum Belajar Mapaccing (FBM) dan Pemerintah Kota Kota Palopo.

Terselenggaranya sosialisasi dikampus Universitas Muhammadiyah (UM) Palopo, Jl. Jenderal Sudirman Km. 03, Kelurahan Binturu, Kecamatan Wara Selatan itu, atas kerjasama Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) Kota Palopo, Sabtu (14/8/2021).

Ketua Harian YBS Palopo mengatakan bahwa sosialisasi metode TongKAT budidaya larva BSF ini akan terus dikembangkan sebagai salah satu inovasi dalam mengurangi timbulan sampah.

“Langkah ini dipercaya dapat membantu pihak DLHK menurunkan jumlah tumpukan sampah di TPA yang sudah over kapasitas,” kata Abdul Malik Saleh.

Lanjut Malik, berdasarkan data DLHK bahwa, saat ini tidak kurang dari 60-70 persen sampah organik. Bahkan dihari tertentu mencapai 90-100 ton, dari daya tampung maksimal di TPA hanya 80 ton.

“Kita tak hanya mengandalkan kesadaran masyarakat, namun diperlukan juga inovasi, salah satunya dengan metode TongKAT budidaya larva BSF,” paparnya.

Selanjutnya, Sekretaris Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol), M. Taufiq Gurahman menjelaskan bahwa juga salah satu anggota FBM menerangkan keuntungan yang diperoleh dari inovasi tersebut.

“Selain menghasilkan pupuk cair organik yang dapat menyuburkan tanaman, dari larva maggot juga baik untuk pakan ternak dan ikan atau jenis lainnya,“ paparnya.

“Untuk bahan pembuatan TongKAT sangat mudah ditemukan dan ramah lingkungan yakni bersumber dari barang bekas,” ujar Taufik.

Sementara itu, Staf Bidang PPLH-DLHK, Kurniawan menjelaskan dimana pihaknya sudah memprogramkan pengelolaan sampah yaitu Bank Sampah Mapaccing yang khusus penanganan sampah Anorganik.

“Meski demikian, diakui Kurniawan bahwa langkah ini masih belum maksimal tanpa adanya kesadaran masyarakat terhadap lingkungan,” ungkap Kurniawan.

Lebih jauh, diuraikan pencetus TongKAT, bahwa dirinya banyak belajar terkait pengelolaan sampah dengan memanfaatkan ide dan inovasi, di luar negeri salah satunya di Australia.

“Kita perlu banyak belajar dari negara luar dalam mengelola sampah. Tidak hanya sekadar membuang dan mengangkut sampah,” tutup Rustan Santaria yang juga Direktur La PENA Institute.

Diketahui, kegiatan tersebut, di akhir dengan pemberian piagam penghargaan kepada masing-masing narasumber, yakni Ketua YBS, Abdul Malik Saleh, Anggota FBM, M. Taufiq Gurahman, Staf PPLH-DLHK, Kurniawan dan pencetus TongKAT, Rustan Santaria.

Sosialiasi pengelolaan sampah rumah tangga dengan Metode TongKAT dan budidaya larva BSF merupakan tindaklanjut dari program USAID MADANI dengan mengangkat isu tematik pengelolaan sampah di Kota Palopo.

Kegiatan tersebut juga dihadiri langsung ketua dan jajaran pengurus PD Nasyiatul Aisyiyah, PD Pemuda Muhammadiyah, PD IPM, PC IPM, PC IMM dan PK IMM IAIN Palopo.

  Komentar

Tulis komentarmu...

Jadilah yang pertama memberi komentar!
Fitur baru Rekomendasi video

Other Posts

Terkait

Terbaru


Terpopuler

  1. Bukit Seguntang Adalah Ulu Melayu

  2. Games Sore bersama Mahasiswa Bhayangkara


Komentar Terbanyak

  1. 7
    Komentar
  2. 4
    Komentar

    PMI Tebing Tinggi Salurkan Bantuan Korban Banjir

  3. 4
    Komentar
  4. 4
    Komentar

    Kelurahan Brontokusuman Ramah Anak