"Penguatan Kapasitas Tim Siaga Ibu Hamil dan Bayi Baru Lahir “Ngudi Sehat Lestari”

1 0 98
Gambar untuk "Penguatan Kapasitas Tim Siaga Ibu Hamil dan Bayi Baru Lahir “Ngudi Sehat Lestari”
Lembaga Kajian untuk Transformasi Sosial (LKTS) bersama Forum Masyarakat Madani (Formmad) Kabupaten Boyolali menggelar Pelatihan untuk Tim Siaga Ibu Hamil dan Bayi Baru Lahir “Ngudi Sehat Lestari” Desa Sampetan dan Desa Seboto Kecamatan Gladaksari. Pelatihan tersebut dilaksanakan di Taman Mekarsari pada Selasa (19/10).
Sebagaimana diketahui, Tim siaga ibu hamil “Ngudi Sehat Lestari” ini merupakan tim desa/kader yang dibentuk dan akan bekerja dalam upaya peningkatan kualitas kesehatan ibu hamil dan bayi baru lahir di kedua desa tersebut. Tim siaga ibu hamil ini diharapkan dapat melakukan pendataan, pendampingan dan literasi kepada ibu hamil dan melahirkan untuk memastikan kesehatanya.
Tim siaga ibu hamil ini juga akan bekerja bersama bidan desa dan pemerintah desa untuk mengkoordinasikan segala kebutuhan terkait layanan kegawatdaruratan ibu hamil di tingkat desa. Mereka diharapkan mampu menjadi komunikator baik kepada keluarga dan masyarakat bagaimana pengambilan keputusan yang terbaik terhadap kegawatdaruratan ibu hamil. Disamping mendorong peran desa dalam memberikan layanannya.

Pelatihan ini menghadirkan narasumber dan fasilitator antara lain Nuri Rinawati, Psikolog yang merupakan anggota Formmad Kabupaten Boyolali dan Arina Iswandari dari Dinas Kesehatan Kabupaten Boyolali.
Nuri Rinawati dalam fasilitasinya berupaya menggali bagaimana harapan tim desa kedepan untuk meningkatkan kesehatan ibu hamil dan bayi baru lahir. Nuri, mengajak diskusi tim/kader dari dua desa untuk sharing dan diskusi terkait kendala yang dihadapi, serta upaya apa saja yang bisa dilakukan untuk memaksimalkan peran tim/kader.
Sementara Arina Iswandari dari Dinas Kesehatan Kabupaten Boyolali banyak mengulas materi pengenalan tentang kesehatan ibu dan bayi baru lahir, Buku KIA, peningkatan gizi ibu hamil dan bayi baru lahir. Arina menyatakan bahwa kebutuhan gizi dan pemeriksaan yang rutin perlu dilakukan untuk memastikan kesehatan ibu hamil dan bayi.
Arina juga mengatakan bahwa uapaya penurunan AKI/AKB perlu dilakukan dengan program lintas sektoral. Sehingga bukan hanya dinas kesehatan saja. Program Perencanaa Persalinan dan Pencegahan Komplikasi (P4K) perlu di terapkan, meliputi Perencanaan kehamilan, mengatur jarak kehamilan, melakukan pemeriksaan rutin sebanyak enam kali dalam satu periode kehamilan serta merencanakan persalinan. Semua itu perlu dilakukan agar hal-hal yang beresiko terhadap ibu hamil dan bayi baru lahir dapat dihindari.
“Kolaborasi dan peran serta semua pihak baik pemerintah daerah, sektor swasta dan masyarakat sipil akan semakin memperkuat peningkatan kesehatan pada Ibu hamil dan Bayi baru lahir. Sehingga kasus kematian ibu hamil dan bayi baru lahir tidak lagi ditemukan di Boyolali” ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Bidan Desa Sampetan mengatakan bahwa di wilayahnya pernah terjadi kematian ibu hamil kembar. Kejadian itu disebabkan ibu hamil mempunyai tensi yang tinggi dan keterlambatan dalam penanganan. Sehingga menurutnya, masyarakat mempunyai peran untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terlebih pada ibu hamil dan bayi baru lahir untuk memeriksa kesehatan baik di Bidan, Posyandu maupun Puskesmas.
“Desa Sampetan merupakan desa yang sangat luas, sampai hari ini ada 58 Ibu Hamil. Untuk itu perlu adanya peran serta masyarakat dalam memantau agar ibu hamil tersebut selalu menjaga pola makan dan pemeriksaan kesehatan secara rutin ke layanan kesehatan setempat. Pemeriksaan rutin terhadap kehamilan pada trimester pertama dan trimester terakhir penting bagi ibu hamil untuk memastikan kesehatan bayi dan ibunya. Selain itu, pemenuhan gizi yang seimbang juga dibutuhkan. Dengan demikian, ibu hamil akan sehat beserta bayi yang dikandungnya” terangnya.

  Komentar

Tulis komentarmu...

Jadilah yang pertama memberi komentar!
Fitur baru Rekomendasi video

Other Posts

Terkait

Terbaru


Terpopuler

  1. Bukit Seguntang Adalah Ulu Melayu

  2. Games Sore bersama Mahasiswa Bhayangkara


Komentar Terbanyak

  1. 13
    Komentar
  2. 7
    Komentar
  3. 5
    Komentar
  4. 3
    Komentar

    Pengajian anak anak