18 Ibu Hamil di Boyolali Meninggal Karena Covid

2 0 40
Gambar untuk 18 Ibu Hamil di Boyolali Meninggal Karena Covid
BOYOLALI—Sebanyak 18 ibu hamil di Boyolali meninggal karena covid. Kejadian ini menambah jumlah kematian ibu tahun 2021 jauh di atas kasus kematian ibu tahun 2020 lalu. Tahun 2020 angka kematian ibu dalam masa hamil dan melahirkan terjadi 17 kasus. Sementara sampai dengan tanggal 22 Juli 2021, telah terjadi 28 kematian ibu.

“Angka kematian ibu tahun lalu 17 kasus. Tahun ini, sampai dengan hari ini sudah terjadi 28 kasus kematian ibu. Bahkan 18 kasus di antaranya karena covid,”ujar Kepala Seksi Kesehatan Keluarga dan Gizi Masyarakat Dinas Kesehatan Boyolali, dr. Ariyanto, mewakili Kepala Dinas Kesehatan, dr. Ratri S Survivalina, MPA, Kamis (22/7).

Ariyanto menyampaikan hal itu pada saat Lokakarya “Penyepakatan Program Kolaborasi Warga Tanggap Kegawatdaruratan Ibu Hamil dan Bayi Baru Lahir di Kabupaten Boyolali Tahun 2021”. Lokakarya yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Boyolali bekerjasama dengan USAID MADANI dan Lembaga Kajian untuk Transformasi Sosial (LKTS) ini dilaksanakan secara daring (online).

Lokakarya diikuti jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkab Boyolali, Forum Masyarakat Madani (FORMMAD) Boyolali, PT Pertamina Fuel Terminal Boyolali, PT BPR Bank Boyolali (Perseroda), Kecamatan Gladagsari, Puskesmas Gladagsari, Kepala Desa Seboto dan Desa Sampetan serta Bidan Desa Seboto dan Sampetan.

Dikatakan Ariyanto, jumlah kematian ibu hamil karena covid terbanyak terjadi di Kecamatan Nogosari dan Sambi. Di Kecamatan Nogosari dengan jumlah ibu hamil sebanyak 585 ibu hamil, 23 ibu hamil terkena covid dan 5 meninggal dunia. Sedangkan di Kecamatan Sambi, jumlah ibu hamil 384, 14 ibu hamil terkena covid dan 5 meninggal dunia.

Ditambahkan, kasus ibu hamil tertular covid membutuhkan penanganan khusus. Penanganan juga harus dilakukan tenaga kesehatan yang memiliki keterampilan dan pengetahuan tentang covid dan pasien ibu hamil, Selain itu juga dibutuhkan sarana kesehatan yang khusus pula. Terkait sarana kesehatan ini, Ariyanto menyebut, di Boyolali hanya ada 1 sarana kesehatan yang menjadi rujukan perawatan ibu hamil terkena covid, yaitu Rumah Sakit Umum Daerah Pandan Arang (RSUD PA).

“Mestinya rumah sakit rujukan untuk ibu hamil yang terkena covid ini ditambah, misalnya RSUD Simo atau RSUD Waras Wiris,”tandasnya.

Sementara itu, pada kesempatan sama, Kepala Bidang Pemerintahan Sosial dan Budaya Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan Daerah (BP3D), Khusnul Hadi, menyampaikan, program Kerjasama Pemkab Boyolali dengan USAID MADANI adalah meningkatkan kapasitas Organisasi Masyarakat Sipil (OMS). Dalam implementasi programnya, pihaknya bersama MADANI meningkatkan kepedulian dan pengetahuan warga pada masalah kegawatdaruratan ibu hamil dan bayi baru lahir.

“Program ini akan dilaksanakaan di dua desa percontohan, yakni Desa Seboto dan Desa Sampetan, Kecamatan Gladagsari,”ujar Khusnul.
Menurut Khusnul, meningkatnya pengetahuan dan kepedulian warga pada kegawatdaruratan ibu hamil dan melahirkan, akan membantu mengurangi angka kematian ibu dan bayi baru lahir.
(*)

  Komentar

Tulis komentarmu...

Jadilah yang pertama memberi komentar!
Fitur baru Rekomendasi video

Other Posts

Terkait

Terbaru


Terpopuler

  1. Lowongan CPNS Kemkominfo RI 2021


Komentar Terbanyak

  1. 5
    Komentar
  2. 3
    Komentar
  3. 3
    Komentar

    Sehat dengan SAMILAKOR

  4. 2
    Komentar